|
Anda Belum Bisa Memahami Wanita ?
Agus, 32 thn, TNI,
Surabaya.
2 Mei
2006.
Kenapa saya sering sekali ribut dan cekcok
hanya karena masalah kecil ? Seharian saya mencari nafkah, namun setiap ada masalah baik itu besar ataupun kecil yang timbul dari sang istri dianggap itu hal yang biasa dan
wajar. Tapi bila bila masalah itu timbul karena saya maka keributan dan cekcok yang terjadi. Apakah itu wajar ?
MasIdan.
Suka Mengomel
atau Ungkapkan Perasaan ?
Inilah yang sangat sering
disalahpahami oleh para suami atau lelaki, menganngap wanita atau para istri
mereka mudah sekali marah-marah, cerewet dalam banyak hal dan suka mengomel
dalam banyak masalah kecil. Keadaan ini sering disalahpahami sebagai hal yang
tidak menghargai dan melecehkan kaum lelaki atau para suami mereka.
Keadaan-keadaan inilah, yang menyebabkan banyak rumah tangga mereka sering
menjadi panas akibatnya. Bahkan, tak jarang menjadikan ini semua menyebabkan
rumahtangga mereka hancur berantakan.
Wanita sebagaimana yang sering kami
sebutkan sebagai mahkluk yang sama sekali berbeda dengan lelaki, sering
dilupakan, tak dipahaminya atau malah sama sekali tidak diketahuinya. Mereka (
lelaki ) sering menganggap wanita dalam tingkah dan laku mereka sama seperti apa
yang menjadi tingkah dan laku kita sebagai lelaki. Demikian sehingga, kitapun
menanggapi segala prilakunya pasti sama dengan prilaku kita sebagai lelaki.
Sebagaimana lelaki pada umumnya,
memang akan berbicara jika melihat masalah yang dianggapnya pantas untuk
dibicarakan dan dibahasnya. Mereka umumnya hanya mengungkap masalah jika memang
dianggap penting untuk diungkapkanya. Kemudian, mereka berharap masalah tersebut
bisa direspon untuk dibahas dan dicari solusinya. Sehingga, apa yang dilihatnya
sebagai masalah bisa selesai dan tak terulang lagi. Inilah sistem jiwa yang ada
dalam pola prilaku kaum lelaki, yang dengan teliti dan masuk akal dalam
mengungkap masalah. Sehingga, umumnya mereka jarang sekali memasalahkan masalah
yang dianggap kecil dan kurang perlu.
Ini sangat berbeda dengan kaum
wanita, sebagaimana sistem yang ada dalam jiwanya. Mereka mudah sekali
mengungkap apapun masalah yang dihadapinya. Masalah yang dihadapinya, baik yang
ada di dalam rumah tangga mereka ataupun yang ada di luar rumah tangganya.
Sebagaimana sistem jiwa yang harus dimiliki kaum wanita supaya tetap bisa eksis
sebagai wanita. Maka, sudah menjadi jiwanya mengungkap semua masalah yang
dianggap sebagai masalah olehnya. Masalah kecil ataupun besar bagi mereka
tidaklah penting, namun mengungkap masalah yang dianggap masalah bagi mereka
adalah penting. Jadi masalah bagi mereka tidaklah penting baginya, akan tetapi
mengungkap masalah yang dilihatnya sebagai masalah adalah penting baginya.
Oleh karena itu, memahami masalah
yang diungkapkan oleh wanita sebagai hal yang cukup serius, adalah kesalahan
terbesar yang telah disalahpahami oleh kaum lelaki. Sebab, sama halnya kita (
lelaki ) telah dengan sengaja membangun jiwa egoisme diri untuk tidak bisa
memahami perbedaan sistem jiwa kita, yang memang harus berbeda.
Maka, memahami wanita adalah sebagai
mahkluk yang suka mengomel dan cerewet adalah ada benar dan juga ada salahnya.
Sangatlah salah jika kita telah memahami mereka sebagai kaum yang suka mencari
kesalahan-kesalahan terhadap segala sesuatu. Terlalu salah jika kita memahami
mereka sebagai mahkluk yang tak mau mengerti dengan banyak hal, tak bisa
memahami masalah secara keseluruhan dan kurang bisa menempatkan setiap masalah
pada tempat yang seharusnya. Sebuah pemahaman yang sangat keliru, yang telah
melihat prilaku mereka dalam sudut pandang kita sebagai lelaki.
Ada benarnya, jika kita memahami
mereka sebagai mahkluk wanita pada umumnya. Memahami sistem jiwa mereka yang
sangat peka dengan banyak hal. Sebuah kepekaan hati akan jalan hidupnya. Sebuah
kepekaan hati yang memang telah dan sedang terbangun dalam jiwa wanita. Kepekaan
hati yang telah dan sedang terbangun untuk menjaga jiwanya sebagai wanita.
Sebuah kepekaan hati, sebagaimana keharusan mereka agar bisa menjaga jiwanya
supaya tetap menempatkan perasaan mereka dalam kehidupannya.
Dengan demikian, memahami mereka
akan kecenderungan mengomel dan cerewet sebagai sebuah bentuk kepekaan hatinya
dalam banyak hal, adalah sebuah kewajaran dan bahkan sebuah keharusan agar
mereka tidak mudah tertekan dan selalu tetap bisa eksis dalam keadaan sesulit
apapun pada kehidupannya, supaya tetap bisa menjalaninya.
Keadaan inilah yang harus dipahami
kaum lelaki, akan haknya untuk selalu mengungkap naluri dan perasaannya sebagai
mahkluk wanita. Oleh karena itu, pemahaman yang salah akan kecerewetan wanita
dalam banyak hal, tidak dipahami sebagai bentuk pelecehan atau merendahkan
harkatnya sebagai lelaki. Jadi sudah sewajarnyalah kaum lelaki untuk memahami
dan mendengarkan dengan bijaksana setiap ungkapan atau keluhan yang dihadapi
kaum wanita dalam rumah tanggannya. Memahami dengan bijaksana bentuk ungkapan
naluri kewanitaannya dalam mengartikulasi masalah dalam banyak hal.
Menjadi Ribut
karena anda tidak bisa memahami masalahnya !
Inilah kesalahan terbesar bagi kaum
lelaki yang selalu mudah menanggapi setiap masalah kecil yang harus diungkapkan
oleh wanita atau istrinya. Mereka selalu melihat apa yang diungkapkan wanita
adalah sesuatu yang harus ditanggapi. Kaum lelaki selalu memahami apa yang
dianggap masalah oleh wanita sebagai suatu hal yang harus dipahami sebagai
sebuah masalah serius.
Keadaan inilah yang menjadi pangkal
pemicu perseteruan kaum lelaki dan wanita atau para suami dan istri mereka.
Sebuah perseteruan yang sebenarnya tidak harus terjadi, jika kaum lelaki
berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam jiwa dan nurani kaum wanita.
Sebuah perseteruan terjadi akibat sebuah kesalahpahaman-kesalahpahaman yang
dibuat sendiri oleh masing-masing pihak. Sebuah kesalahpahaman yang seharusnya
tak terjadi. Sebuah kesalahpahaman yang justru merugikan masing-masing pihak
yang berseru sendiri.
Anda bisa
mengalah namun tak bisa memahami.
Inilah bukti jika anda mengalah
dengan sikap reaktif dia akibat kesalahan yang dia buat, maka persoalan tidak
menyebabkan sesuatu yang serius. Namun sayang anda tidak memahami juga, sehingga
persoalan akibat kesalahan anda menjadi cenderung serius. Menjadi serius oleh
akibat anda merasa dicecar habis-habisan oleh istri anda. Anda merasa diremehkan
dan dipojokkan, kemudian andapun balik membuat alibi untuk menanggapinya. Akan
tetapi, yang terjadi bukanlah sebuah komunikasi yang saling mengerti. Malah
sebuah perseteruan hebat akibat kesalahpahaman memahami situasi yang seharusnya
tak terjadi.
Sebab apapun keadaannya jika anda
selalu menanggapi apa yang telah menjadi ungkapan hati seorang wanita, maka
sangat bisa dipastikan yang akan terjadi hanyalah sebuah perseteruan demi
perseteruan yang terjadi, tidak bisa tidak. Jadi menanggapi apapun yang sedang
diungkapkan wanita dalam keadaan emosional, merupakan sebuah kesadaran untuk
mengundang sebuah perseteruan. Aneh memang, namun itulah sebuah realitas
emosionalitas seorang wanita yang tak butuh ditanggapi namun cukup untuk
didengarkan masalahnya.
Mereka tidak butuh siapa yang salah
dan siapa yang benar. Mereka tak butuh siapa yang menang dan siapa yang kalah.
Namun yang lebih mereka butuhkan hanyalah mengungkapkan apa yang dianggapnya
sebuah masalah oleh mereka. Sebuah masalah yang tidak serta merta dipahami
sebagai sebuah masalah. Akan tetapi sebuah kebutuhan jiwa untuk mengungkapkan
keresahan dan kegundahan hatinya akan sebuah masalah yang dirasa menghimpit
jiwanya. Sebuah kebutuhan jiwa agar mereka tidak mudah rebah oleh apa yang
dianggapnya sebagai sebuah masalah. Bukan malah ditambah-tambahi masalah akibat
ditanggapi dengan seriusnya.
Jelas tidak
wajar karena anda memahaminya dalam alam pikiran anda !
Semua menjadi wajar kalau anda mampu
memahaminya. Memahaminya sebagaimana anda harus menjadi mahkluk lelaki yang
seharusnya. Mahkluk lelaki yang cenderung tidak banyak bicara kecuali ada
masalah yang dianggap serius untuk dibicarakannya. Mahkluk lelaki yang mudah
reaktif jika merasa dilecehkan dan diremehkannya ( masalah yang dianggap serius
). Mahkluk lelaki yang akan diam untuk berusaha mencari solusi dari masalah yang
dihadapinya. Mahkluk lelaki yang tidak mau ditolong dalam banyak hal untuk
menyelesaikan masalahnya sendiri. Mahkluk lelaki yang tidak mudah berkeluh kesah
dalam menghadapi jalan hidupnya. Dan masih banyak lagi sifat-sifat lelaki yang
akan bersemayam dalam alam pikirannya, sebagaimana mereka berusaha menjadi
lelaki dalam fitrahnya.
Inilah yang menjadi kebalikannya,
yang ada dalam sifat-sifat wanita sebagaimana mereka berusaha menjadi wanita
dalam fitrahnya. Semua menjadi kebalikannya, sebagaimana sekenario Tuhan Yang
Maha Bijaksana agar ada harmoni pada mahkluk yang jelas sama sekali berbeda.
Jadilah kaum wanita seakan banyak bicara karena tak ingin apa yang dilihat
menyesakkan dada harus diungkapkannya. Yang seakan terlalu emosional dan reaktif
dalam masalah sepele dan sederhana. Mahkluk yang tidak mungkin diam untuk
menemukan solusi dalam hidupnya. Mahkluk yang seakan mudah berkeluh kesah dalam
banyak hal. Dan masih banyak lagi sifat-sifat wanita yang memang telah menjadi
haknya sebagai wanita.
Sehingga andapun merasa masalah ini
menjadi tidak wajar karena anda telah terjebak dalam ketidaktahuan anda memahami
seorang wanita, khususnya istri anda.
Selamat merenungkannya, agar anda
bisa memahaminya !
Semoga anda tidak lagi memicu
perseteruan demi perseteruan, akibat anda belum bisa memahami masalahnya !
Sebab jika anda bisa memahami
haknya, sebagai wanita, maka kami yakin anda bisa terseyum dengan kenyataan yang
terjadi sebenarnya !
Semoga anda bisa menjadi lelaki yang
bisa memahami kaum wanita !
Jangan lupa membaca topik ini, agar
anda lebih bisa memahaminya >>>
-
Istri Anda adalah Wanita pada Umumnya
-
Rumah Tangga Mereka Dihantui oleh Keretakan !
Ingat jangan sampai ketinggalan satu
topikpun, karena disana banyak rahasia hidup yang telah banyak dilupakan oleh
sebagian besar orang. Dijamin ! Kalau anda bisa mengambil hikmah dan pelajaran
dari semua topik yang ada, Niscaya serasa jiwa anda baru bangun dari tidur yang
terlalu lama !. Terimakasih !
|